Harga Besi Dan Baja Akan Naik Karena Melemahnya Rupiah

  • Date : June 25, 2019

JAKARTA - Harga besi dan baja di dalam negeri diperkirakan segera naik terkait masih melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Direktur Eksekutif The Indonesian Iron and Steel Industry Association (IISIA) Hidayat Triseputro mengatakan, sampai saat ini material bahan baku industri besi dan baja di dalam negeri sebagian besar harus impor, seperti billet dan slab. "Artinya, harga bahan baku rentan terhadap perubahan nilai tukar," kata Hidayat di Jakarta, Kamis (16/1).

Kendati demikian, Hidayat melanjutkan, pelaku usaha besi dan baja tidak bisa sembarangan menaikkan harga jual produknya. Pelaku usaha di dalam negeri harus memperhatikan daya serap pasar industri domestik. Oleh karena itu, produsen besi dan baja nasional harus mempersiapkan program penjualan dalam jangka panjang terkait kondisi tren menguatnya dolar AS.
Selain itu, kenaikan harga baja juga imbas kenaikan harga listrik dan gas alam, beberapa waktu lalu.
Menurut Hidayat, untuk menyikapi kondisi ini perlu dilakukan kenaikan yang sifatnya gradual (bertahap). Sedangkan, di sisi pasokan dibuat road map program jangka panjang industri besi dan baja agar seimbang.
Dengan kondisi saat ini, langkah terbaik industri baja di dalam negeri adalah terus memantau kondisi nilai tukar seraya menyiapkan program penyesuaian harga jual dalam jangka panjang. Tapi, kondisi industri besi dan baja di Indonesia sebenarnya juga dialami sejumlah negara. "Mereka juga tidak bisa mengalihkan ke pasar ekspor mengingat daya daya serap pasar internasional juga terbatas," ujar Hidayat.
Pejabat di Platts SBB dan The Steel Index menyatakan, tren kenaikan harga besi dan baja sudah terlihat sejak awal Desember 2013 sampai Januari 2014. Kenaikannya berkisar antara 10 persen sampai 15 persen.
Direktur Jenderal Kerja Sama Industri Internasional Kementerian Perindustrian Agus Tjahajana Wirakusumah mengatakan, harga besi dan baja memang sangat erat kaitannya dengan perubahan nilai tukar rupiah (kurs). Hal itu terjadi mengingat bahan baku (bahan mentah) masih harus diimpor. Bahkan, gas sebagai bahan pembuat besi atau baja yang dibeli di dalam negeri harus dibayar dengan dolar AS kemudian baja skrap (besi tua) juga harus impor dan dibayar dengan dolar AS.
Menurutnya, saat ini dunia sedang kelebihan pasokan baja. Karena itulah, industri baja nasional dalam situasi sulit. Di satu sisi, harga barang cenderung turun, tetapi bahan baku meningkat karena perubahan kurs.
 
Sumber : Republika ( diupload di web kemenperin )

PT. SURYA UTAMA METALINDO - Kami adalah perusahaan perdagangan swasta yang berdiri pada tahun 2019, kami bekerja dalam menyediakan barang dan jasa, kami hadir untuk membantu para kontraktor, terutama dalam mempersiapkan kebutuhan project.

Pada saat ini kami semakin berkembang dalam kualitas dan kompetensi serta menguasai sumber dan jaringan distribusi lokal dan daerah, kami juga bekerja sama dengan perusahaan logistik dalam negeri, untuk mendistribusikan segala jenis material konstruksi dan kebutuhan bagi industri ke berbagai kota di Indonesia

Kami menyediakan berbagai macam material bagi kebutuhan industri, konstruksi dan bangunan, seperti diantaranya :
Pipa Stainless Seamless - Pipa Stainless Welded - Pipa Hitam Seamless - Pipa Hitam Welded - Pipa Medium Galvanis - Pipa Seamless Galvanis - Plat Baja - Plat Grating - Baja Hbeam - Baja Saluran U - Baja Saluran C - Batang Baja - Wiremesh - Kawat Berduri - Pagar - Pengeluaran Logam - Mur dan Baut - Kelengkapan - Flensa - Tee - Siku - Reducer - Overchocks - Nepel - dan lainnya

Copyright 2023 Surya Utama Metalindo All Rights Reserved.